Judul Pementasan "Borka";
Kumpulan Cerpen: Belfegor dan Para Penambang;
Penulis: Kiki Sulistyo;
Penerbit: basabasi
Tak satu pun tahu apa yang ada di ruang bawah tanah, tak terkecuali Paman. Nenek selalu menyanggah. Tak memberi kesempatan Paman untuk balik menyanggah. Karena tak tahan, Paman beranjak dari rumah. Suatu hari, Nenek mencengkeram lengan dan menyeret Borka ke dalam. Setelah melewati dua pintu, mereka tiba di ruang paling pengap belakang. Tak ada setitik pun cahaya di ruangan itu. Hanya terdengar suara bunyi gerendel dilepaskan. Debu dan cahaya menguar bersamaan. Paman mengirim kabar tentang ruang bawah tanah itu. Tentu saja ia berani melakukan itu setelah Nenek wafat. Ia katakan tak menemukan apa-apa, selain barang-barang bekas.
Apa yang dikatakan Paman, tidak merubah keadaan. Bola cahaya yang menutupi tubuh samar di ruang bawah tanah adalah cerita berbeda. Orang-orang yang menyeret tubuh perempuan. Berteriak-teriak dengan bahasa tak jelas. Segerombolan orang yang dimasukkan ke dalam lobang. Ditembak dan ditimbun jadi satu. Pidato-pidato mencekam. Orang-orang menggunakan pelindung masker. Orang-orang sekarat dalam satu kamar penuh gas. Perempuan itu. Bola Belfegor. Pendulum yang mengayun tanpa batas. Menegaskan eksistensi iblis kekayaan itu ke dunia sejarah dan sains.
Erny Yuliansari, Sopiyan Sauri, Putu Witari Ardini Sapantja, Bagus Maulana.
Sutradara:
Eko Wahono
Produksi:
Agus K Saputra
Penata Artistik:
Akmal
Khairunas Mahadi
Komposer Musik
Gde Agus Mega Saputra
10 Desember 2025
16:00 WITA
Taman Budaya Mataram
Disponsori Oleh: